si kecil yang akan menjadi besar.
Hallo, kenalin Aku Ully Natalya Manik.
Badanku kecil mungil. Aku si bungsu dari 3 bersaudara. Aku berdarah Batak karena kedua orang tuaku Batak tulen. Seorang Millenials (penting gak sih ni info 😂). Sejak kecil Mamakku selalu bilang bahwa aku adalah pribadi yang sedikit berbeda dari saudara maupun teman-temanku. Dan memang aku merasa sejak kecil aku memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda dari orang lain seusiaku dan cukup emosional (bukan hanya emosi negatif ya tapi segala jenis emosi).
Selama puluhan tahun ada begitu banyak keputusan salah yang telah aku ambil dan kegagalan yang aku alami. Dulu aku juga sering menyangkal banyak hal dari dalam diriku karena minimnya pengertian, keterbatasan didikan orang tuaku, dan jugga butuh validasi dari orang sekitar. Semuanya itu menimbulkan penyesalan yang sampai hari ini masih kujalani dan masih dalam proses untuk diselesaikan. Meskipun begitu, aku selalu bangga karena aku tidak pernah berhenti berjuang untuk diriku. Aku pernah jatuh tapi setelahnya aku bangkit lagi. Kegagalan dan kesalahan memang bukan hal yang membanggakan bagi banyak orang, ya siapa sih yang mau gagal? kan gak nyaman banget dan gak keliatan keren, tapi memutuskan untuk bangkit dan bahkan bisa sampai di titik sekarang bagiku bagaikan medali emas yang membanggakan.
Kalau ditanya apa yang membuatku memilih untuk selalu bangkit lagi itu semua karena aku ingat Tuhan pernah bicara padaku bahwa apabila aku memiliki iman sebesar biji sesawi saja, maka tidak ada yang mustahil bagiku. Maka apapun yang kegagalan yang aku alami dan segagal apapun aku menurut orang lain, asalkan aku tidak menyerah maka aku belum kalah. Selama matahari masih terbit dan terbenam, selama hidup masih terus berlanjut, aku percaya asalkan aku memiliki iman sebesar biji sesawi saja maka aku akan baik-baik saja. Sesimple itu.
Diriku ini kalau boleh dianalogikan sebagai sebuah perhiasan, mungkin aku adalah perhiasan yang cahayanya tidak sementereng dan sesilau orang lain, tapi aku percaya bahwa aku memiliki kilau cahayaku sendiri. Aku tidak mengingini cahaya milik orang lain. Biarlah itu menjadi milik mereka, dan aku hanya ingin merefleksikan kilau yang kumiliki dan menjadi diriku sendiri. Itu sebabnya aku memutuskan menulis situs ini untuk membagikan kilau yang aku miliki karena aku tidak mau menyia-nyiakan sinar, bakat alami, dan keunikan yang Tuhan berikan. Aku percaya ada orang-orang yang memerlukannya.
Semoga tulisan-tulisan ini dapat memberikan manfaat dan kenyamanan di hati kalian.
Semoga banyak yang relate, ya!
Matius 17:20 ".. sesungguhnya apabila kamu memiliki iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan tidak akan ada yang mustahil bagimu."